Minggu, 20 Februari 2011

Feeling Bad?? Perhaps It Because You Have a Sleep Debt

Whoever we are; man, woman, kid, youngster, or elderly.. we all need a good sleep every day. It cannot be substituted and erased; yes, it can be delayed, but the result for your health would be no good.

Tidur itu keharusan bagi manusia.. beneran deh.
Dulu tuh waktu masih early 20, wihh.. kalau bisa aku melotot terus, gak usah pake tidur. Setelah seharian kerja dan jalan ke sana ke mari, aku masih betah stay all night long, with light turned on, reading books or watching VCDs/DVDs. Besoknya langsung kerja lagi, hayookk aja..

However, I cannot apply that behavior now. As I said in my previous post, lack of sleep really drives me crazy. My body is no longer resist the lack of sleep situation.

FU (Faktor Umur) kali yaa.. (eh siyall kamu manggut2 lagih!!)

Anyway, enough about my blabbering lines, below are some research I want to share with y’all from my favorite magazine ever: Awake! (March 2003 and February 2004) that talks about Sleep Debt. Though it’s already 7 years ago, still the facts are correct and the advices are beneficial.

Penyebab Utang Tidur:

1.     Fenomena sosial yang sering disebut 24/7—beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
>> Boss, you made it boss!! Arghh!
2.     Di banyak negeri, orang menonton acara televisi semalaman dan mengakses Internet pada waktu mereka seharusnya sedang tidur.
>> Ini salah satu kebiasaan buruk aku juga (maluuu x_x).
3.     Gangguan emosi, sering kali melibatkan keresahan yang diperparah oleh stres dan gaya hidup yang terburu-buru.
>> Punya masalah gara2 stress? Berdoa sebelum tidur sangat membantu 
4.     Berbagai penyakit fisik yang dapat turut mengakibatkan utang tidur.
>> Ini biasanya yg sudah oma dan opa.. huhuhu.
 

Check these cases out to see how bad the result is:

“Kekurangan tidur yang sesekali pun bisa membawa bencana. Perhatikan kasus Tom. Meskipun ia adalah pengemudi truk yang berpengalaman, ia menghunjamkan truk 18-rodanya ke luar jalan layang, menumpahkan 400 liter asam sulfat ke jalan raya utama. Tom mengakui, ”Saya ketiduran.” Pengkajian di dua jalan raya AS memperkirakan bahwa pengemudi yang mengantuk mengakibatkan sekitar 50 persen tabrakan fatal.”

“Pertimbangkan juga bahaya di tempat kerja karena berada di dekat rekan kerja yang mengantuk. Peneliti asal Australia, Ann Williamson, berkata, ”Setelah 17 hingga 19 jam tanpa tidur, kinerja [para partisipan] pada beberapa tes setara atau lebih buruk daripada kinerja sewaktu [konsentrasi alkohol dalam darah sebesar] 0,05%.” Dengan kata lain, para partisipan itu menjalankan aktivitas seolah-olah sedang berada pada atau melebihi batas resmi alkohol yang diizinkan dalam aliran darah pengemudi di beberapa negeri! Mengingat ratusan ribu kecelakaan setiap tahun di jalan dan di tempat kerja yang berkaitan dengan tidur, kerugian seluas dunia terhadap produktivitas dan keluarga sangatlah besar.”

Ck ck ck... serem ya, ndro!

Manfaat-Manfaat Tidur

Kira-kira dua jam setelah kita tertidur, mata kita mulai bergerak cepat bolak-balik. Pengamatan atas fenomena ini mengarahkan para ilmuwan untuk membagi tidur ke dalam dua fase dasar: tidur REM (rapid eye movement, atau gerakan mata cepat) dan tidur non-REM. Tidur non-REM dapat dibagi lagi menjadi empat tahap, yang secara berangsur-angsur menuju tidur pulas. Selama tidur malam yang sehat, tidur REM muncul beberapa kali, berselang-seling dengan tidur non-REM.

Kebanyakan mimpi terjadi selama tidur REM. Tubuh juga mengalami relaksasi otot maksimum, yang memungkinkan orang bangun dengan merasakan kesegaran fisik. Selain itu, beberapa peneliti berpendapat bahwa selama tahap tidur ini, informasi yang baru diperoleh akan tertanam kuat sebagai bagian memori jangka panjang kita.

Selama tidur pulas (tidur non-REM tahap 3 dan 4), tekanan darah dan detak jantung kita mencapai kisaran yang lebih rendah, memungkinkan sistem sirkulasi beristirahat dan membantu menangkal penyakit kardiovaskular. Selain itu, produksi hormon pertumbuhan mencapai puncaknya selama tidur non-REM, dan beberapa remaja memproduksi 50 kali lebih banyak hormon pertumbuhan pada malam hari daripada siang hari.

Tidur juga kelihatannya mempengaruhi selera makan kita. Para peneliti telah menemukan bahwa tidur benar-benar merupakan, kata Shakespeare, ”pemberi-gizi utama dalam perjamuan kehidupan”. Otak kita menafsirkan kurang tidur sebagai kurang makan. Sewaktu kita tidur, organisme kita mensekresi leptin, hormon yang biasanya memberi tahu tubuh bahwa kita telah cukup makan. Apabila kita tetap terjaga lebih lama daripada yang seharusnya, tubuh kita kurang memproduksi leptin, dan kita merasa sangat menginginkan lebih banyak karbohidrat. Jadi, kurang tidur dapat mengarah kepada meningkatnya pengkonsumsian karbohidrat, yang selanjutnya dapat mengarah kepada obesitas.

Tetapi, itu belum semuanya. Tidur mempermudah tubuh kita memetabolisme radikal bebas—molekul yang konon mempengaruhi penuaan sel dan bahkan menyebabkan kanker. Dalam suatu penelitian belum lama ini yang dilaksanakan oleh University of Chicago, 11 pemuda sehat diperbolehkan tidur hanya empat jam sehari selama enam hari. Pada akhir periode ini, kinerja sel-sel tubuh mereka seperti sel-sel orang yang berusia 60 tahun, dan tingkat insulin darah mereka sebanding dengan tingkat insulin penderita diabetes! Kurang tidur bahkan mempengaruhi produksi sel darah putih dan hormon kortisol, membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit sirkulasi.

Ini dia table yg bikin kamu pasti mikir untung-ruginya tidur:

DAMPAK KURANG TIDUR
DAMPAK JANGKA PENDEK
DAMPAK JANGKA PANJANG
Mengantuk
Obesitas (Weww!!)
Suasana hati yang berubah-ubah (swing mood)
Penuaan dini (Weww lagii!!)
Kehilangan daya ingat jangka pendek
Kelelahan
Kehilangan kapasitas berkarya, berencana, dan melakukan kegiatan Meningkatnya risiko infeksi, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan penyakit lambung dan usus
Kehilangan konsentrasi
Kehilangan daya ingat yang kronis

Ohiya.. kalau kamu ngerasa ngantuk abis makan siang itu bukan berarti kamu kurang tidur. Adalah normal untuk merasa kantuk setelah jam makan siang karena menurunnya temperatur tubuh secara alami. Selain itu, para ilmuwan belum lama ini telah menemukan suatu protein yang disebut hipokretin, atau oreksin, yang diproduksi dalam otak, dan membantu kita tetap terjaga. Apa kaitan antara hipokretin dan makanan?

Nah, pada waktu kita makan, tubuh memproduksi leptin untuk mengesankan diri bahwa kita kenyang. Tetapi, leptin menghambat produksi hipokretin. Dengan kata lain, semakin banyak leptin dalam otak, semakin kurang hipokretin dan semakin besar rasa kantuk. Kemungkinan, itulah sebabnya di beberapa negeri orang melakukan siesta—istirahat di hari kerja yang memungkinkan orang tidur sebentar setelah makan siang.

Soooo...

Setelah lihat2 untung ruginya gak tidur.. semakin kepikiran kan kita utk gak lagi sepelein tidur??

Hmmmmm... jadi kangen kasurrrr :))




1 komentar:

  1. Resiko kurang tidur itu merugikan banget ya? Ya karena memang manusia itu membutuhkan waktu istirahat yg cukup..

    BalasHapus